Halaman

CARI ARTIKEL

Selasa, 31 Juli 2012

Proses Pembuatan Furniture, Pengeringan dan Pemotongan


1.  Kiln Dry
Kayu jenis apapun harus melalui proses pengeringan. Ukuran, ketebalan, cara penumpukkan dan metode pengeringan mempengaruhi keringnya kayu. apabila proses pengeringan terlalu cepat kayu yang lunak cenderung mudah pecah

Pengeringan kayu membutuhkan waktu antara 2 hingga 4 minggu. Cara pengeringan yang baik adalah dengan menggunakan peralatan yang benar. Pada beberapa industri kayu kecil biasanya untuk mengeringkan kayu cukup dengan disandarkan pada dinding atau tiang dan mengandalkan sinar matahari. Namun cara ini tidak bisa menghasilkan level MC yang ideal untuk kayu. Metode pengeringan pun ada bermacam-macam dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

2.  Proses Komponen (Potong, Belah, Serut, Bor Dll)
Pada bagian ini kayu dipotong dan dibelah sesuai dengan ukuran produk yang dikerjakan. Apabila misalnya ukuran jadi sebuah kaki meja adalah 700 x 40 x 40 mm, maka komponen yang harus disiapkan adalah 720 x 45 x 45mm sehingga terdapat toleransi untuk proses serut dan amplas. tukang kayu akan mengambil lembaran-lembaran papan kering dengan ketebalan 45mm untuk dibelah di mesin gergaji atau ripsaw menjadi ukuran lebar 45mm. Hasil dari proses tersebut akan diperoleh batangan/balok kayu ukuran 45x45mm. Kemudian balok tersebut dibawa ke mesin cutting saw untuk dipotong dengan ukuran panjang 720mm.

Balok-balok kayu tersebut kemudian dikirim ke mesin serut (planner, thicknesser atau lainnya yang sejenis) untuk mendapatkan ukuran jadi dengan permukaan yang halus tanpa garis gergaji. Untuk membuat konstruksi komponen tersebut dipindahkan ke mesin bor, atau mesin pen (tenoner & mortiser).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...